14 Oktober 2020 07:29:02

Hari Jadi ke-75 Provinsi Jawa Timur

Gubernur Khofifah Indar Parawansa kembali menerima kabar gembira di Hari Jadi ke-75 Provinsi Jawa Timur.

Di hari jadi Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober 2020, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Jatim berhasil menunjukkan perbaikan dalam pengendalian penyebaran Covid-19 dan patut untuk dijadikan percontohan penanganan dan pengendalian secara nasional.

Dari hasil pengamatannya, Jokowi menyebut ada dua provinsi yang dinilai berhasil mengendalikan Pandemi Covid-19 yakni Jawa Timur (Jatim) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Saya mencatat dari angka-angka yang ada, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Selatan menunjukan perbaikan dalam pengendalian pandemi Covid," ujar Presiden Joko Widodo.

Presiden menilai bahwa kedua provinsi ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lainnya.

"Saya kira ini bisa dijadikan contoh provinsi-provinsi yang lain," ujarnya.

Menanggapi apresiasi dari Presiden RI, Khofifah mengucapkan syukur dan terima kasihnya kepada tim dari jajaran Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, para tenaga kesehatan, relawan terutama masyarakat dan relawan Jawa Timur yang telah berjuang keras dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 ini.

"Alhamdulillah tepat di Hari Jadi ke-75 Provinsi Jawa Timur, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Jawa Timur berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19 dan layak dijadikan percontohan secara nasional, ini hadiah terindah bagi kami di Jawa Timur sekaligus tantangan untuk bekerja lebih keras lagi," kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/10/2020).

Sebelumnya, Gubernur Khofifah menerima penghargaan sebagai Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Kemenaker dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga meraih Kinerja Tertinggi Pemerintahan Daerah atas Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Tahun 2019 dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dari Kementerian Dalam Negeri.

Meskipun pengendalian Covid-19 di Jawa Timur menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, Gubernur Khofifah meminta agar semua pihak tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan (prokes), tetap menjaga jarak, tetap memakai masker yang baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan.

Dirinya menilai meskipun Jawa Timur telah berhasil menunjukkan perbaikan dalam pengendalian penyebaran Covid-19, tantangan terbesarnya justru adalah bertahan di posisi saat ini dan mencegah euforia yang berlebihan. Karena tugas masih panjang yaitu memutus mata rantai penyebarannya.

"TNI-Polri tetap bersama kita dalam membantu penegakan disiplin protokol kesehatan, Jaksa dan Hakim juga masih membantu dalam operasi yustisi, para dokter dan nakes tetap memberikan pelayanan dan perawatan bagi para pasien Covid-19, saya mohon masyarakat juga tetap menjalankan disiplin prokes, tugas kita tidak berhenti di sini," harapnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Covid-19 Pusat, per tanggal 12 Oktober 2020, tidak ada lagi zona merah di Jatim.

Begitu pun dengan perkembangan kasus aktif di Jatim yang terus mengalami penurunan. Tersisa 3.040 kasus aktif atau setara dengan 6.43 persen. Prosentase ini jauh dibawah prosentase kasus aktif aasional yakni 19,68 persen.

Selain itu, lanjut Gubernur Khofifah, persentase kesembuhan Jatim juga termasuk tertinggi di Pulau Jawa, yakni mencapai 86,28 persen. Sedangkan prosentase kematian di Jawa Timur cenderung melandai dalam dua bulan terakhir yakni di kisaran 7.29 persen.

Upaya signifikan yang telah dilakukan Pemprov Jatim dalam menekan penyebaran Covid-19 antara lain adalah dengan Optimalisasi 3T dan Operasi Yustisi untuk penegakan protokol kesehatan.

Per hari ini testing di Jawa Timur telah dilakukan sebanyak 998.111 rapid test dan 402.889 test PCR.

Dengan jumlah tes yang terus naik, Positivity Rate Jawa Timur saat ini terus menurun dari 31 persen di Bulan Juli menjadi 10 persen di Bulan Oktober, sedangkan saat ini per 12 Oktober 2020 positivity rate Nasional adalah 14,4 persen.

Perawatan di Jawa Timur juga cukup optimal karena jumlah ketersediaan bed dan BOR yang sudah dengan standar WHO. BOR di Jawa Timur yakni 42 persen, lebih rendah dari standar WHO yang 60 persen.Jumlah Bed isolasi saat ini adalah 6611 tempat tidur sementara ICU 860 bed.