Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1434 H, 10 Juli 2013

Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan pada Rabu 10 Juli 2013. Penetapan ini setelah menggelar sidang itsbat dengan dihadiri ormas Islam pada Senin (8/7) malam. Dengan diputuskannya awal puasa Rabu (10/7), maka pada tahun ini sebagian besar umat Islam mengawali puasa di hari yang berbeda, karena sebelumnya Muhammadiyah telah memutuskan awal puasa jatuh pada Selasa 9 Juli 2013.
Menteri Agama Suryadharma Ali dalam pengumuman sidang Isbat, Senin (8/7) malam mengatakan, keputusan ini berdasarkan penyampaian pada pra sidang itsbat, penyampaian argumentasi dari para pakar astronomi. Dimana ijtima Senin (8/7) tinggi hilal baru 0,65 derajat, umur hilal baru 3 jam 35 menit 52 detik. Dengan derajat hilal yang kurang dari satu derajat, maka hasil rukyatul hilal pun belum bisa terlihat, sehingga 1 Ramadhan 1434 H jatuh pada Rabu 10 Juli 2013.
Alasan ini diperkuat dengan hasil laporan pengamatan hilal di lapangan semua saksi yang telah disumpah menyatakan tidak bisa melihat hilal. Kemudian mendengarkan laporan dari ormas  Islam yang hadir di sidang itsbat tidak ada yang menolak penetapan awal Ramadhan 1434 H jatuh pada Rabu (10/7). Oleh karena itu, keputusan Pemerintah pada awal Ramadhan tahun ini sudah sesuai aturan yang disyariatkan.

Sementara itu menyikapi adanya perbedaan antar ormas Islam dalam penetapan awal bulan Ramadhan 1434 Hijriah , Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tidak mempermasalahkan berbedaan awal bulan Ramadhan.
Ketua PWNU Jawa Timur KH M. Hasan Mutawakil Alallah mengatakan perbedaan ini sudah hal biasa, yang terpenting adalah masing-masing saling menghormati, menghargai, dan menjalankan ibadah puasa sesuai dengan keyakinan.
Dia menambahkan semua pihak diharapkan benar-benar mempersiapkan untuk menjalankan ibadah puasa, untuk bisa menahan emosi, memperkuat kesabaran, dan meningkatkan amal ibadah dalam segala tindakan.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar